Borobudur

Borobudur

Borobudur

Borobudur adalah candi Budha terbesar di abad ke-9 berukuran 123 x 123 meter. Borobudur selesai abad sebelum Angkor Wat di Kamboja.

Namanya berarti “kuil di bukit-bukit”, yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur” (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Oleh karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, tempat ini telah digunakan sebagai tempat ibadah agama Buddha sejak lama.

Candi ini terletak sekitar 100 km sebelah barat daya Semarang dan 40 km sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini dibangun oleh para pengikut Buddha Mahayana sekitar tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra dari. Di Cina, candi ini juga disebut Hanyu Pinyin atau PO Luo fu tu dalam bahasa Mandarin.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan keberadaan Borobudur pada tahun 1814. Ia menemukan candi ini dalam keadaan terbengkalai dan memerintahkan area yang akan dibersihkan dari semak-semak di sekitarnya dan kemudian melakukan survei tentang keadaan candi.

Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di dalamnya daerah. Ketinggian adalah 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat terendah telah berbentuk persegi, tingkat tiga di atasnya memiliki bentuk lingkaran dan satu di tingkat tertinggi adalah stupa Buddha yang menghadap barat. Setiap tingkat mewakili tahapan kehidupan manusia. Sesuai Buddhisme Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat Buddha harus melalui orang-orang tingkat kehidupan.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah mampu membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat cara dan bentuk. Pada teras ini, patung Buddha ditempatkan di ruang terbuka. Sementara itu, pada tiga tingkat di atasnya patung-patung Buddha ditempatkan di sebuah stupa dengan lubang di sekitarnya.

Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah bebas dari nafsu, penampilan, bentuk, dan bentuk. Bagian atas disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Candi Borobudur selalu ramai dengan pengunjung dan menjadi pusat ibadah Buddha. Khususnya dalam perayaan hari raya Waisak, Candi Borobudur menjadi tempat untuk memuja Buddha. Pada malam hari saat perayaan Waisak, khususnya selama puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Candi Borobudur dengan lilin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s